Langsung ke konten utama

Untukmu yang Sedang Berjuang

Terkadang kau melakukan banyak hal. Bahkan mengorbankan (meninggalkan) apa yang sedang dicari banyak orang. Kau meninggalkan kemewahan, kemapanan, kepastian, atau jalan untuk itu. Tapi, pada saat yang sama orang-orang melihatmu sebagai seorang yang tanpa rencana, juga tidak punya tujuan.
Ada kalanya pula kau tidak berbuat apa-apa. Tapi kau dalam kemapanan, berkecukupan, dan jalanmu semakin memperjelas itu semua. Pada saat itu, kaulah manusia idaman, pujaan hati, dan patut dipuji. Padahal, kau bahkan tidak tahu untuk apa itu semua. Rencana? Kau sebenarnya tidak berencana. Hanya saja sedang diberi keberuntungan.
Demikianlah kau di mata hamba-hamba materialism. Mereka memandang apa yang kau punya. Mereka melihat jelas kebahagiaan dari apa yang kau miliki. Bagi mereka, posisimu saat ini adalah posisimu di masa depan. Maka perubahan yang dapat mereka terima darimu hanya jika kau semakin mapan.
Sementara itu, ada orang lain yang melihatmu berbeda (meski jarang). Ia adalah orang yang tidak peduli dengan dirimu sekarang. Di matanya, kau adalah seseorang yang sedang berjuang. Ia salut dengan idealisme yang kau pertahankan. Karena itu ia hendak menguatkanmu, mendukungmu, meski dalam doa-doa yang hanya ia dan Tuhannya yang tahu.
Orang itu siap menerimamu apa adanya. Kamu bahkan di atas materi-materi yang disembah banyak orang. Ketika usahamu selalu gagal, itu tidak penting baginya. Cukup baginya jika kau terus mencoba, selalu berusaha, dan tak pernah putus asa. Lebih dari itu, dia juga merasa berkewajiban--sama sepertimu.
Aduhai kau yang dipandang sebelah mata. Wahai kau yang dianggap tak punya apa-apa. Biarkan mereka berkata apa. Berdoa dan perjuangkan yang sedang kau cita-citakan tanpa sedikitpun niat untuk membuktikan. Berbaiklah tanpa keangkuhan di kala sukses. Bukankah kau kuat karena mereka yang meremehkan?
Berterimakasihlah! Bersyukurlah! Dengan itu kau bertahan kala ditendang. Mudah-mudahan tak terbang saat menerima pujian.
Foto by: Gardha Galang MS

Komentar