Langsung ke konten utama

Mengenali Potensi Diri

Untuk melihat potensi yang besar dalam diri, perhatikanlah sikap anda ketika takut. Anda akan menyaksikan loncatan yang tinggi, teriakan yang jauh lebih besar, bahkan keberanian melawan yang biasanya tak mungkin anda lakukan.

Oleh|Khairil Akbar

Banyak hal akan terjadi ketika diri dilanda rasa takut yang berlebihan. Bisa saja berdampak positif namun juga rentan akan buruknya akibat yang akan terjadi. Penyikapan yang benarlah yang akan menentukan apa hasil dari rasa ini. Bagi orang yang bermental lemah, bisa jadi rasa ini bagaikan tali yang mencekik lalu mematikan, di setiap ia ketakutan maka semakin lemah pula daya dan upaya maupun asanya untuk hidup ceria.

Namun tidak berarti dengan serta-merta kita membunuh rasa ini. Karena usaha maksimal dan seoptimal apapun takkan mampu membunuh fithrah manusia yang telah dan takkan pergi. Akan tetapi, beda oranng beda pula yang ditakutinya.

Kali ini saya tidak akan memperpanjang masalah ini. Karena saya melihat sesuatu yang penting dalam rasa ini dan tak sering dilihat oleh orang lain. Coba kita cermati hidup ini dengan teliti, dalam keadaan takut yang luar biasa coba lihat apa yang sering terjadi pada diri ini.
Masih belum ketemu? Ok lah, mari perhatikan ini.

Suatu hari, seorang pemuda harus berani menyatakan cintanya kepada seorang gadis yang cantik belia. Rasa malu membuatnya enggan melakukan itu. Tak lama setelah itu, seorang pria tampan lainnya datang dengan berbagai perlengkapan (emas, uang, dsb beserta rombongan) untuk melamar sang gadis. Tiba-tiba, pemuda ini pun dengan serta merta menghentikan acara pinangan yang sedang berlangsung. Sepujuk puisi ia lantunkan dengan gagah berani, dan tanpa disadari ia berhasil menghipnotis suasana menjadi hening dan romantis.

Kisah ini memang hampir tiada di dunia nyata, namun sebagai sebuah pembelajaran mengapa harus menolak khayalan? Perhatikan, apa yang terjadi pada si pemuda yang awalnya memiliki rasa malu yang besar namun kemudian menjadi pemberani? Ini karena rasa takut. Sekali lagi, ini karena rasa takut si pemuda. Penegasan ini memiliki alasan.

Pertama, rasa takut akan kehilangan cintanya, si pemuda menjadi berani mengungkapkan cintanya.
Ke-dua, karena rasa takut akan kalahnya pemberian yang mampu melunakkan hati sang gadis, tanpa sengaja puisi terangkai dengan sendirinya. Kemudian, rasa takutlah yang benar-benar berperan dalam mempengaruhinya, semua terjadi karena ketakutannya akan sesuatu.

Teman, dengar ini:

Kita sering kali tidak kenal dan tidak mau teliti akan potensi diri yang sejatinya memiliki daya yang besar untuk dikembangkan. Boleh jadi karena kita tidak tahu, atau bahkan tidak mau tahu. Untuk anda yang ingin melihatnya, perhatikanlah sikap anda ketika takut, jika karena takut tidak lulus ujian anda menjadi rajin lalu dengan  spontan mendapat nilai yang tinggi, sejatinya itulah kemampuan anda. Namun perlu penggalian yang lebih dalam.

Atau untuk bukti kongkrit, teman bisa melihat kejadian-kejadian aneh ketika tsunami aceh lalu. Seorang pemuda yang tidak sadar bisa meloncat setinggi 2-3 Meter dan menyangkut di pohon kelapa. Bahkan ada yang larinya melebihi dua kali lipat dari larinya biasa. Maknanya apa? Sebenarnya ia punya bakat, hanya saja ia tak sadar dan meyakini ini/itu adalah sebuah kebetulan.

Perlu kita cermati bahwa: Pada Allah, Tiada Istilah Kebetulan.

Komentar

  1. ada yang menyebutnya The Power of Kepepet,
    `like this, salam...

    BalasHapus
  2. He he he . . .
    Sebutan yang imajinatif . . .
    Kwkwkwkw

    Thank's dah mau mampir

    BalasHapus
  3. Biasanya para deadliners juga tiba2 dapat ilmu ini ^^

    BalasHapus
  4. Wow, maka takutlah... kwkwkwkwk

    BalasHapus
  5. wah postingan yang menarik...
    oya gan kalo boleh saya mau tukeran link..ini link saya
    http://blog.umy.ac.id/ghea
    kalo sudah terpasang kabarin yh gan..makasih.. :D

    BalasHapus
  6. Segera meluncur ke sana Mas...
    Thank's sudah mau mampir....

    BalasHapus
  7. Segera meluncur ke sana Mas...
    Thank's sudah mau mampir....

    BalasHapus
  8. Segera meluncur ke sana Mas...
    Thank's sudah mau mampir....

    BalasHapus
  9. Terkadang manusia memang kurang mampu memahami potensi dirinya sendiri..
    Ibarat kata: Tak ada manusia yang bodoh didunia ini, yang ada hanyalah manusia yang malas! Malas mencari dan menemukan potensi dirinya sendiri..^_^
    Nice post kak....

    BalasHapus
  10. Wah, Rusdah berkunjung juga, he he he
    Makasih ya, . . . Semoga kita termasuk orang yang dimudahkan oleh Allah ya, dalam mencari potensi diri maksudnya ... he he he

    BalasHapus

Posting Komentar

Kalau sudah baca, mohon dikomentari ya. Terima kasih.