Benar itu indah, benar itu adil, benar itu satu, maka, benar itu adalah Tuhan

ETIKA ILMIAH SEORANG ILMUWAN

Oleh: Khairil Akbar Ibn Syarif el-Induniesy
PENDAHULUAN

Kehiupan yang layak, aman dan nyaman demi terciptanya kebahagaiaan tentulah menjadi idaman semua orang, tapi apakah kota boleh mendapatkannya sesuka hati? Bagi seorang pencuri tentu menjawab “Iya”, itu karena ia adalah pencuri. Bagaimana bila kita merupakan ilmuwan? Apakah sikap sesuka hati itu dibenarkan?
Inilah yang menjadi topic pembahasan saya pada kesempatan ini. Dengan serba kekurangan saya mencoba merangkum beberapa sumber bacaan yang saya punya demi terjawabnya permasalahan kita yang nantinya akan menjadi tolak ukur bagi kita semua dalam bersikap layaknya seorang Ilmuwan dalam bertindak.
PEMBAHASAN
Pengertian sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan itu berarti dia harus berpikir secara logis, kritis, dan sistematis. dalam melakukan penelitian seorang ilmuwan memang harus memiliki sifat itu agar hasil temuan dia dapat dimengerti oleh semua orang. selain itu dalam melakukan penelitian seorang ilmuwan harus memiliki sifat kejujuran, yaitu tidak boleh memanipulasi data dan hasil penelitiannya[1].
Para ilmuwan sebagai profesional di bidang keilmuan tentu perlu memiliki visi moral, yang dalam filsafat ilmu disebut sebagai sikap ilmiah, yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif, yang bebas dari prasangka pribadi, dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dan kepada Tuhan[2]
Intinya ilmuwan harus bersikap ilmiah supaya hasil temuan dia dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan supaya teori dia tidak mudah digulingkan oleh orang lain. Kalau sekedar ini menurut penulis belumlah cukup untuk pengetahuan dasar kita, maka saya akan menjelaskannya secara rinci pada poin berikut:
Sikap Ilmiah Ilmuwan
Adapun sikap ilmiah yang perlu dimiliki oleh para ilmuwan sedikitnya ada enam, yaitu:
Tidak ada rasa pamrih (disinterstedness), merupakan sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dan menghilangkan pamrih.
Bersikap selektif, yaitu suatu sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap segala sesuatu yang dihadapi.
Adanya rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat inderaserta budi (mind).
Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belief) dan dengan merasa pasti ( conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian.
Adanya suatu kegiatan rutin bahwa ilmuwan harus selalu tidak puas terhadap penelitian yang telah dilakukan, sehingga selalu ada dorongan untuk riset. Dan riset atau penelitian merupakan aktifitas yang menonjol dalam hidupnya.
Memiliki sikap etis (akhlak) yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu bagi kemajuan ilmu dan untuk kebahagiaan manusia[3]
Sikap-sikap inilah yang sering disebut dengan sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh para ilmuwan.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa keenam sikap ilmiah (disinterstedness, selektif, rasa percaya yang layak baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat inderaserta budi (mind), Adanya sikap yang berdasar pada suatu kepercayaan (belief) dan dengan merasa pasti ( conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian, tidak puas terhadap penelitian yang telah dilakukan dan memiliki sikap etis(berakhlaq).
Semoga bermanfa’at bagi saya dan kita pada umumnya, wassalam.
END NOTES:
[3] Ibid
Blog ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 tentang hak cipta. Diberdayakan oleh Blogger.