Langsung ke konten utama

Bentuk Kebodohan : Catatan Buat Mahasiswa

Dalam sebuah diskusi, dengan ruang yang sempit dan pengap seorang teman berkata "Begini, laporannya ada dua, yang satu kepada panitia dan anggota dan yang satu lagi kepada PD3," begitu kira-kira bahasanya. Anehnya semua yang menghadiri ikut menyetujui. Merasa diri hanya sendiri, mental yang lemah ini terpaksa diam walau menolak hati ini. Satu kegiatan dua laporan yang berbeda? Pembodohan dan kebohongan apa lagi ini?

Tak lama setelah rapat anggota BEMAF itu kemudian ada sebuah seminar yang diadakan oleh Rektorat IAIN ar-Raniry dengan Tema : Lemabaga Mahasiswa Sebagai wadah Pembentuk Komunitas yang Berkeadaban. Spontan setelah pemateri habis bicara moderator mempersilahkanku untuk bertanya. Tapi aku malah mengkritik tema yang ada. Bagiku tema tersebut sama sekali tidak realistis, bukankah kasus di atas sudah sangat kuat sebagai dalil penolakanku?

Dalam catatannya Win Wan Nur malah meragukan pendidikan Indonesia dengan memberi judul "Membunuh Kecerdasan Anak, Inikah Tujuan Pendidikan Indonesia? Lebih jauh dari pandangan yang diberikan beliau, saya selaku mahasiswa justru mengatakan bahwa pendidikan Indonesia tidak hanya membodohkan kecerdasan, tetapi membobrokkan moral pelajar. Betapa tidak, lihatlah suara munafik yang diteriakkan oleh mahasiswa, Allahu Akbar dengan lantang mereka membentak Tuhan, eh ketika lantunan lembut menggema di udara memanggil segenap jiwa, berapakah dari mereka yang menyambutnya?

Masih banyak lagi bentuk keanehan yang sangat disayangkan. Mereka yang dibanggakan sebenarnya yang harus di bumi hangauskan. Mereka yang dibenci karena kebaikan dan kejujuran eh malah dihindari.

Komentar