Langsung ke konten utama

Urgensi Blog Bagi Mahasiswa

Urgensi Blog Bagi Mahasiswa
Oleh: Khairil Akbar

Foto Oleh Khairil Akbar 02/07/2011
Di era serba canggih ini, dunia maya sudah lumrah dijadikan sebagai dunia ke-dua oleh manusia. Mahasiswa misalnya, mereka yang tidak tahu tentang internet apalagi tidak memiliki salah satu icon seperti e-mail sangat minim ditemukan. Namun apakah mereka tepat dalam menggunakannya? Fenomena ini sering kali menutup mata kita tentang fungsi dan peran internet idealnya itu seperti apa. FaceBook kerap kali kita anggap sebagai fashion tanpa menempatkannya sebagai alat komunikasi dan wadah informasi.

Ada yang salah dalam kehidupan kita khususnya mahasiswa. Padahal di era ini banyak orang yang tidak lagi mencari kebenaran lewat buku-buku, kitab-kitab atau mendengar pengajian-pengajian. Internetlah yang mereka gunakan karena kemudahannya dalam menemukan sesuatu yang mereka inginkan. Di sini, mahasiswa seharusnya tidak lagi berteriak di jalan-jalan membela kebenaran, melainkan mereka harus menulis kebenaran itu. Berarti mahasiswa harus berkarya. Bukankah kata-kata tidak lagi mampu  mengubah suatu Negara? Kini ketajaman penalah yang akan membunuh kebodohan dan mengubah dunia.

Nah, sesuai dengan kata-kata saya di awal tulisan ini, maka bila mahasiswa tidak mau menulis di lembaran-lembaran karena biaya yang mahal atau karena tintanya yang sering habis, fasilitas yang diberi oleh layanan canggih internet layak kita gunakan. Blog seakan menjadi wajib bagi mahasiswa karena memang sudah menjadi kebutuhan mahasiswa itu sendiri dalam berkarya. Syi’ar Islam juga tidak selamanya harus disebarkan lewat pengajian-pengajian bukan? Ibarat manusia yang dulu hanya menggunakan batu untuk memasukkan paku kedalam kayu, bukankah palu untuk saat ini lebih efektif sebagai alatnya? Atau bila dulu sistem pemerintahan Islam pernah menggunakan sistem monarki bukankah kini demokrasi lebih tepat dan teruji? Begitupun di zaman sekarang, blog memang lebih efektif dijadikan sebagai wadah atau tempat berkarya.

Teringat dengan perkataan seorang teman lewat FaceBook, "Dalam rangka mengaktualsasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi ─yang salah satunya ialah Penelitian dan Pengembangan─ idealnya seorang mahasiswa itu harus memiliki karya konkret yang menunjukkan disiplin keilmuannya, salah satunya ialah dengan menulis. Teknologi Informasi hari ini telah menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang mediasi dalam hal menulis, sebut saja Blog. Blog bisa dikatakan sebagai media yang paling sesuai dengan kocek mahasiswa untuk bisa mempublikasikan karya-karyanya dalam bentuk tulisan. Selain gratis, cara operasionalnya pun tidak terlalu rumit. Media ini sangat cocok digunakan sebagai media publikasi bagi mahasiswa,­" (Zoehelmy: 27/04/2011).

Di sinilah letak urgennya blog yang memiliki beberapa tipe sesuai dengan penggunaannya. Zoehelmy sangat tepat dalam menguraikan fungsi dan pentingnya blog bagi mahasiswa. Pemanfa’atan blog juga termasuk dalam al-akhdzu al-jadid al-shahihah (mengambil sesuatu yang baru dari yang baik) menurut kaidah yang menjadi pedoman umat Islam kebanyakan saat ini. Dan beginilah seharusnya mahasiswa, unggul dalam intelektual anggun dalam moral. Bila ini mampu diterapkan dan teraplikasi dalam kehidupan maka nampaklah bahwa mahasiswa memang pantas dikatakan sebagai agent of change.

Lalu apakah layanan blog ini tidak memiliki sisi negative? Terlepas dari itu semua, baik buruk itu tergantung bagi penggunanya. Ibadah juga tidak baik bila dijadikan sebagai ajang pamer keta’atan bukan? Urgensi blog memang tidak bisa dipungkiri. Menganggapnya tidak penting justru kekeliruan yang nyata. Namun ini juga sering menjadi kelemahan kita. Menganggap internet hanya sekedar hiburan yang melalaikan. Tak jarang bila kaum ekstrim dari kalangan agamis sering mengecam hal-hal yang berbaur dunia. Padahal mereka seolah telah memisahkan antara raga dan jiwa. Blog juga tidak terfikir oleh mereka sebagai alat da’wah yang mampu berkoar dalam perluasan syi’ar Islam khususnya.

Singkatnya, mahasiswa seharusnya memiliki blog dalam upaya pembuktian kecerdasan yang ia miliki. Bila blog dikatakan kewajiban, tidaklah salah karena blog merupakan kebutuhan. Analoginya adalah makan sehari-hari. Tidak ada yang mewajibkan namun karena kita membutuhkannya maka hal itu pun seolah menjadi wajib hukumnya. Namun mengapa penggunaannya di kalangan mahasiswa jarang ditemukan? Apakah karena ketidaktahuan mereka atau menganggap blog suatu yang membosankan? Saya cendrung mengatakan pikiran seperti ini salah besar. Pembuatan yang mudah dan fungsinya yang banyak sejatinya banyak disenangi oleh mahasiswa yang memang ingin berkarya. Atau mungkin mereka tidak suka menulis, bukankah mereka juga bisa memaksimalkan blog kedalam fungsinya yang lain? Ya seperti promosi misalnya, atau sekedar ingin memuat foto-foto dan video. Inilah kelebihan lain yang bisa dinikmati dari layanan yang satu ini.

Kita ada karena kita berkarya. Tanpa prasasti yang kita tinggalkan akankah dunia mengenal kita? Mulailah dari sesuatu yang mudah dikerjakan. Blog menurut hemat saya merupakan layanan yang sangat efektif dan tepat untuk menuangkan ide-ide yang sering tercecer dan mengumpulkan kembali sejarah tak bertuan. Blog is my life style.

Penulis adalah mahasiswa fakultas Syari’ah Jurusan Jinayah wa Siyasah.

Komentar