Langsung ke konten utama

CITA CITA

CITA CITA adalah tujuan akhir kita..
dan aku tidak memiliki cita-cita..
karena aku akan terus berbuat tanpa henti..
sampai akhir mengharuskan aku untuk mati..
karena cita-cita di dunia bukanlah cita-cita..
Sementara syurga hanya bagi mereka yang berusaha mendapatkannya (bertaqwa)..

Melihat teman dan mayoritas Mahasiswa lainnya, saya tertarik dengan pemikiran unik mereka yang begitu bangga dengan cita-citanya. Misalnya saja teman yang kuliah di Fakultas Kedokteran, secara otomatis cita-citanya adalah menjadi Dokter sesuai dengan jurusan yang di pilihnya. Namun mereka malah mengeherankan saya yang ketika di tanya "Apa cita-cita Anda?" Terus terang, saya tidak memiliki cita-cita, bukan berarti saya tidak memiliki tujuan hidup. Justru saya sangat tahu tujuan hidup saya itu apa.

Aneh memang, tapi apa boleh buat, pemikiran pendek itu berada pada orang-orang cerdas hari ini, jadi wajar bila kecerdasan Negeri ini sekedar kecerdasan Intelektualnya. Dalam al-Qur'an sangat jelas mengapa Tuhan menciptakan kita, yaitu untuk beribadah kepadanya. Namun ketika hal ini kita sampaikan pada mereka maka orang bodoh seperti saya akan mendapat cercaan. Betapa tidak, mereka akan menuding saya dengan berbagai tuduhan, mereka pasti menentang saya dengan mengatakan Ibadah saja tidak cukup, perlu ada dukungan duniawi lainnya. Astaghfiru ya Allah, ibadah di sempitkan artinya dengan seedar Sholat, Sedekah, Haji, dan sebagainya. Islam diartikan hanya sebatas lima rukunnya.

Muamalah atau hubungan sosial masyarakat juga bisa bernilai Ibadah, saat kita membantu antar sesama dengan keikhlashan tentu tiada yang sia-sia dari suatu amalan. Lantas mengapa kebodohan itu justru ada pada diri Intelektual kita? Menurut saya wajar ketika Negeri ini di cap sebagai Negeri yang bobrok dan amoral. Karena tujuan hidup hanya dibatasi dengan tercapainya cita-cita yang menurut saya justru bukan cita-cita. Karena cita-cita adalah tujuan akhir hidup manusia.

Namun apa saya tidak bekerja? Bagi saya, kerja dengan Profesi apapun hanya sebagai persinggahan sementara, tempat mengumpulkan persiapan atau bekal untuk melaju lagi perjalanan panjang. Tapi orang banyak berhenti dengan jabatan yang dimilikinya, padahal masih banyak yang belum dan harus di fikirkan demi kehidupan kedepan. Oleh karena itu sebagai orang yang haus saya akan minum, sebagai orang yang lapar saya akana makan dan begitulah seterusnya. Saya tidak pernah berhenti dengan apa yang saya dapat, bukan karena saya bukan orang yang tidak bersyukur, justru orang yang puas dengan hasil kerjanya namun berhenti begitu saja adalah orang yang sombong bagi saya. Dia merasa puas dan tidak lagi berharap kepada Allah, apa yang dia dapat di rasanya sudah cukup, dan secara tidak langsung berarti orang ini merasa dirinya sudah sempurna. Kesombongan apa yang lebih nyata ketika orang tidak lagi meminta? Bukankah kesempurnaan itu milik Allah semata? Syukur itu adalah tidak mengeluh dengan hasil yang ada dan terus berbuat lebih untuk perubahannya.

Dalam hadits Nabi saya tertari pada sepenggal kata-katanya "Orang yang lebih buruk dari hari ini dengan hari sebelumnya adalah celaka, orang yang sama hari ini dan hari sebelumnya adalah merugi, dan orang yang hhari ini lebih baik dari hari sebelumnya adalah orang yang beruntung." Bukankah ini berarti menyuruh kita untuk tidak berhenti sampai waktu yang membuat kita berhenti? Lantas mengapa kita mengatakan Jaksa, Pengajara, Hakim, Dokter, Guru dan sebagainya adalah cita-cita kita?

Kembali pada kata-kata awal saya, maka menjadi orang yang bertaqwa merupakan cita-cita sesengguhnya, sementara cita-cita di dunia hanya profesi kerja yang menyokong cita-cita kita. Terus berbuat dan selalu dalam keadaan Taubat, karena salah yang kita lakukan menjadi lebih berarti saat kita tidak mengulangnya lagi. Dan ingat, bila lingkungan sebagai alasan utnuk anda berhenti, maka keimanan itu justru ada saat anda di coba. Orang yang bisa karena segalanya ada itu wajar, namun dalam keterpurakan anda berjaya itu adalah kesuksesan.

Khairil Akbar Ibn Syarif el-Induniesy

Komentar

  1. subhanallah....
    moga2 menjd inspirasi buat q kni n kdpanny
    aminnnn

    BalasHapus
  2. Bagi ku juga Insyaa Allah, amin ...Salam kenalAmna Rizka Sitohang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Kalau sudah baca, mohon dikomentari ya. Terima kasih.