Benar itu indah, benar itu adil, benar itu satu, maka, benar itu adalah Tuhan

BIMBANG BUKAN PILIHAN

Kebimbangan diantara dua kebaikan...
Sangat salah ketika menunda-nunda keputusan...
Bukankah banyak penyesalan itu datang karena lambat dalam ketegasan...
Jangan berlama-lama dalam keraguan, karena keburukan akan mengincar hati yang larut dalam kegundahan...

Begitulah seyogyanya ummat Muslim dalam bersikap, apalagi mereka yang memegang tampuk kekuasaan yang akan berakibat fatal bila tidak segera mungkin mengambil tindakan. Memang  tidak salah ketika seseorang itu mempertimbangkan sesuatu untuk mendapatkan keputusan yang bagus dan lurus, namun dengan selalu memposisikan diri dalam keraguan itu maka akan mengancam dirinya sendiri sebagai orang yang linglung karena selalu bingung. Nah, memang sangat sulit dalam menentukan keputusan yang tepat. Karena kita sering kali di hadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama benar, namun tentu ada yang lebih baik diantara keduanya. Sikap tegas sangat di butuhkan dalam masalah ini, dan jangan takut pada efek yang berdampak kemudian sebelum kau memastikan keputusan itu adalah kesalahan.

Kita ambil satu kasus, dalam bencana atau musibah lainnya. Ada seorang korban yang secara medis sangat membutuhkan pelayanan yang ekstra cepat, dan dia di perhitungkan dalam sepuluh menit lagi akan meninggal kalau tidak segera di tangani. Bila pikiran kita masih dalam kebimbangan, akankah keselamatan si korban menjadi jaminan (terlepas dari takdir)? Kita justru akan menyesal setelah kematiannya datang. Di lain kasus, sepasang kekasih misalnya yang berencana pergi makan malam, setelah keluar dari rumah si cowok bingung kemana mereka akan pergi? Tidak ada keputusan, jam kian mempercepat lajunya dan dingin kian merambat menyelimuti suasana yang gelap. Secara otomatis bila mereka pergi dengan keadaan itu maka kemungkinan mereka akan dapat cercaan dari mereka yang tidak senang karena pulang larut malam. Atau memang ketika itu restoran yang di sepakati setelah menjalani debat panjang akan sia-sia. Di sinilah letak pentingnya ketegasan dalam mengambil keputusan, sesuai dengan ajaran Islam, sedikit banyaknya Islam juga menyuarakan hal yang sama. Dalam sebuah hadits Nabi bersabda "Tinggalkan yang meragukanmu kepada yang tidak mereagukanmu." Demikianlah kira-kira arti dari sabda bijak pemimpin berpengaruh dunia ini.

Sekali lagi saya tegaskan, kebimbangan bukanlah pilihan, karena prasangka kita terus diobok-obok hingga kita tidak sama sekali melakukan apapun. Banyak kasus yang saya jumpai pada rekan ketika mengajaknya Sholat, berbagai dalih tanpa kepastian dilontarkan yang diantara alasan itu adalah "Aku ragu dengan kesucian celanaku." Aneh, ketika ditanya adakah yang menyebabkannya menjadi najis? Jawab sang teman "tidak tahu, aku ragu" yang padahal setelah diselidiki alasan yang membuatnya larut itu malah mendorongnya ke jurang yang dalam. Sholat dia tinggalkan karena memang tidak membawa celana ganti ketika dalam perjalanan atau permainan.

Fikirkan, sebelum sikap berlarut dalam keraguan itu tidak berguna hanya karena keterlambatanmu, padahal cuma sedetik, tapi nyawa orang tidak bisa diperlambat walau sesa'ah. Lebih cepat lebih baik kata Jusuf Kalla sebenarnya lebih tepat dari kata-kata "Lanjtukan" SBY yang menjadi sepertisloganl yang memenangkannya.

Karena melanjutkan berarti meneruskan apa yang telah di lakukan, sementara Leih cepat Lebih baik berarti melakukan keterlambatan dulu menjadi ketegasan yang dinantikan. Anda boleh saja ragu, tapi ingat! Orang tidak mau menunggu.
Blog ini dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1997 tentang hak cipta. Diberdayakan oleh Blogger.