Langsung ke konten utama

KEKUASAAN

Asslamu’alaikum warahmatuLLAHI wa barakatuHU……………………

Melihat pernyataan segelintir orang mengenai satu kandidat, tentulah itu dikarenakan kelompok itu tidak senang kepada orang  yang dijelekkan. Dalam hal ini Allah mengajarkan kita dalam mengambil sikap ketika lawan politik kita tidak kita senangi dan semacamnya. Bukan dengan menghardiknya tanpa pengetahuan sama sekali tentangnya. Boleh kita memberi argument atau semacam pernyataan mengenai seseorang tapi itu dengan cara yang baik, bukankah ketika barhadapan dengan non-muslim (ahli kitab) kita dilarang untuk saling menghina?, saudara sekalian, ini akibat dari apabila kekuasaan dijadikan sebagai tujuan hingga butalah mata kita yang kemudian mendorong kita untuk berbuat yang dhzalim lantaran tujuan tersebut tidak kita dapatkan. Islam mengajarkan siyasah (politik) yang begitu menjamin kemashlahatan ummat seluruhnya (tidak hanya islam).

Setidaknya mampu meminimalisir segala bentuk pelanggaran, sedangkan menjatuhkan salah seorang kandidat dengan hinaan bukanlah ajaran Nabi, karena menyempurnakan akhlaq misi Nabi diutus ke muka bumi ini. Mengatas namakan kebenaran dan semacamnya dengan melakukan hinaan kepada orang lain bukan pula kebenaran dan dalam siyasah islam hal yang menimbulkan kerusuhan sangat tidak diinginkan, hanya orang orang yang dhzalimlah yang mau melakukan pelanggaran atas ketetapan Allah. Beginilah jadinya bila pemahaman politik hanya sebatas “saling menjatuhkan” yang sama sekali bukan dari defenisi atau tujuan politik itu sendiri. Ironisnya hinaan yang ditimpakan kepada salah seornag kandidat bukan hinaan yang remeh, ini menyangkut harga diri, bila hubungan antar agama lain Islam mengajarkan kita untuk tidak menghardik atau menghina mengapa sesama Islam kita saling bertengkar?, Islam kita masih dipertanyakan, benarkah kita Islam?, atau agama turunan?, atau Islam dijadikan kambing hitam untuk merebut kekuasaan dan merubah system setelah diraihnya kekuasaan tersebut. Alhamdulillah bila system itu mengacu kepada prinsip prinsip Islam, bila malah menutup nutupi bangkai yang telah ada maka bangkai itu akan semakin bau dan jadilah IAIN ini sebagai sebuah lembaga yang memiliki akronim “Ingkar Allah Ingkar Nabi”. Kita berlindung kepada Allah dari segala bentuk kema’shiatan.

Kesimpulannya, bilapun memilki niat yang baik dalam menduduki kursi no 1 dikalangan mahasiswa IAIN Ar-raniry janganlah dengan kelicikan, karena ambisi yang membuat kita berlaku keji akan mendapatkan kesulitan bila kekuasaan itu diamanahkan kepad kita. Ittaqu Allah haitsuma kunta, rasa taqwa itu akan mendorong kita untuk lebih mempertimbangkan tindakan tindakan amoral yang akan kita lakukan. Wassalamu’alaikum warahmatuLLAHI wa barakatuHU……………………

Pantun :
Hukum rimba tergantung yang menang                      
Lemah ditindas tanpa perlindungan                                         
Namun politik bukan pertarungan                                            
Melainkan alat untuk menentukan kebijakan
                
Semut berhenti saling sapa
Cinta tumbuh sesama mereka
Mengapa sesama kita saling menghina?
Tiada cinta didalam jiwa

Komentar